Mascot Music
Cari Alat2 Music? Disini Tempatnya.
ads By Dark Writer

BUKTI KEBENARAN AL-QURAN : PENCIPTAAN LALAT

 Lalat merupakan jenis serangga yang bersayap ganda. Ia mempunyai banyak kelebihan yang terdapat pada modifikasi tubuhnya yang membuatnya hidup secara aman dan leluasa. Karena di bagian bawah perutnya terdapat paruh yang berfungsi untuk menjadi keseimbangan lalat di kala menapak pada benda yang halus.

Sebagaimana kaki-kakinya terdapat pula paruh yang lengket untuk memudahkan penyinggahan pada benda-benda yang sangat halus. Begitu pula dengan bagian mulutnya, mulutnya dilengkapi dengan bibir dan sengatan.

Lalat ini tergolong jenis serangga yang langka, ia mempunyai kemampuan yang luar biasa dalam mengeluarkan enzim pencerna. Proses pengeluaran enzim ini secara langsung dengan cara memasukkannya ke makanan serta membawanya ke benda-benda mainan, sehingga kandungan kimia makanan tersebut bisa berubah.

Lalat ini telah banyak dijadikan objek penelitian hewan dan genetika, agar ditemukan cara meminimalisir volume keganasannya dalam memindahkan suatu penyakit. Walaupun secara prisip kajian ini bertujuan mengetahui pola kehidupan bakteri yang dibawa melalui lalat ini.

Hanya saja hasil-hasil dari penelitian ini menegaskan adanya unsur-unsur penghancur mikroba yang terpusat pada salah satu sayapnya. Dan untuk menghindari pengaruh dari unsur-unsur yang menghancurkan mikroba, mikroba berlindung pada sayap lain.

Dan unsur penghancur dan terdapat pada salah satu sayap itu mengeluarkan bakteri pada saat menyentuh bagian atas tengah makanan, lalu menyebar sangat cepat, serta pengaruhnya yang mematikan terhadap mikroba.

Lalu timbul suatu pemikiran untuk menuntaskan penelitian pada unsur-unsur ini, serta penggunaannya sebagai penawar dari penyakit yang tersebar melalui lalat ini. Bahwasanya segala kepastian yang kita ungkapkan melalui penelitian terhadap lalat ini, telah terungkap terlebih dahulu dalam Alquran dan Sunah sejak 14 abad yang lalu.

Dalam surat Al-Hajj ayat 73, Allah SWT berfirman, “Hai, manusia telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya...”

Ayat ini menuturkan kekuatan enzim yang luar biasa dalam proses pencernaan dan penyebaran bakteri, serta proses perubahan zat kimia pada makanan yang sangat cepat. Dan Alquran telah menjelaskan hal ini dalam firman Allah SWT, “Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tidaklah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu...”

Makna dari tidak dapat merebutnya kembali adalah tidak mampu mengembalikan makanan kepada seperti semula karena terjadi rentetan perubahan kimia melalui enzim yang meluluhkan zat kimia makanan. Juga merubah komponen makanan yang lengkap menjadi komponen biasa.

Berdasarkan paparan tersebut, bahwasanya Alquran mengandung kemukjizatan ilmu pengetahuan lain yang tercermin pada ikatan jaringan komponen tubuh yang terdapat pada hewan sejenis lalat ini yang banyak disepelekan orang.

Sungguh para ilmuwan dari negara-negara maju, karena mereka yakin bahwasanya ilmu pengetahuan melalui peralatan yang modern mampu menciptakan seekor lalat. Dan pada salah satu percobaan di Rusia yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun diikuti oleh 30 pakar biologi dari negara-negara maju untuk turut andil dalam proyek membuat lalat.

Dan setelah lebih dari 10 tahun terkuras daya, waktu dan daya, 30 orang ilmuwan atau lebih berkumpul di Rusia dan mengumumkan kegagalan mereka dalam proyek memproduksi lalat. Sunguh benar apa yang difirmankan Allah SWT, “Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya.”

Jika mereka mengklaim bahwa Alquran adalah buatan Muhammad, maka siapakah yang mengetahui bahwa mereka akan berkumpul untuk memproduksi lalat dan mereka akan gagal, dan apa yang terjadi jika mereka tidak berkumpul, atau mereka berkumpul dan berhasil?

Sesungguhnya ini adalah bukti nyata bagi orang yang menginginkan kebenaran mutlak terhadap zat Allah SWT untuk mencapai kepada keputusan yang benar. Sebagaimana yang dituturkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya, “Jika lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka celupkanlah, kemudian ambillah kembali. Karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lain terdapat obat.” (HR. Bukhari).

Hadits ini menunjukkan adanya zat penawar bakteri pada salah satu sayap lalat. Ini adalah bukti kebenaran Muhammad SAW, padahal beliau bukanlah seorang ilmuwan, atau pakar kedokteran.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini baru terjadi di abad ke-20. Sedangkan Al-Quran diwahyukan 1400 tahun yang lalu.

Jadi,,, 1 lagi BUKTI,,, Islam TERBUKTI BENAR!

Bukti Kebenaran Al Quran Sungai di Dasar Laut

Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan Sungai dalam Laut

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu. ” (QS Fushshilat : 53)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)


Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau , ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

sungai1 Sungai di Dasar Laut Merupakan Bukti Kebenaran Al Quran

Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.


Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak
ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam
akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.

Tujuh Kebenaran Islam

Doctor Verkuyl, Doctor Kraemer, Rifai Burhanuddin lupa, demikian pula dengan Pater Grunnen, bahwa ada tujuh kenyataan mutlak yang dipunyai oleh Islam, yang tidak dapat dibantah oleh siapapun juga. Ia tidak dapat dibantah oleh sejarah, ia juga tak dapat dibantah oleh Ilmu Pengetahuan, ia tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi, oleh iklim dan masa. Mereka, pendeta-pendeta dan pastor-pastor lupa, demikian pula sarjana-sarjana orientalis barat bahwa:

1. Qur’an dengan bahasanya yang tetap sepanjang masa dan sama dimana-mana telah sanggup menciptakan iklim keIslaman yang merata mutlak. Ia akan dimengerti di Amerika, demikian juga di Inggris. Bila ia dibacakan di Jepang, maka ia juga dipahami oleh orang-orang India dan Pakistan, dan bila ia dibaca di negeri Belanda, maka Mesir, Libya, Indonesia akan mengerti, setidak-tidaknya mengenali bahwa itulah ayat-ayat Al Qur’an. Qur’an tidak pernah dirubah bahasanya dan ini saja sudah dapat dijadikan pegangan, bahwa isinya authentik asli. Beda dengan Injil yang telah melalui sedemikian banyak terjemahan, sehingga keaslian kata-kata mungkin telah menyimpang dari maksud semula. Ia disalin dari bahasa Ibrani ke bahasa Gerika, lalu ke bahasa Latin, dari Latin oleh Marthen Luther pada tahun 1521 disalin ke bahasa Jerman. Dari Jerman disalin pula ke dalam bahasa Inggris, Belanda, Indonesia, Jawa, Minang, Timor dst. Sambil menyalin, maka atas pertimbangan politik(?) sipenyalin menterjemahkannya pula menurut “situasi dan kondisi” setempat. Kita lihat misalnya, kalau didalam Injil bahasa Belanda dan Inggris syarat masuk surga adalah Door bidden en fasten atau by praying and fasting, maka didalam Injil bahasa Indonesia mereka mencukupkan hanya dengan doa, sedangkan fasting atau fasten atau puasanya dihilangkan.

2. Al-Qur’an tidak bertentangan dengan Ilmu pengetahuan. Bacalah theorie La Place & Chamberlin, bacalah theorie kejadian bumi, maka Chamberlin menyebutkan: Bahwa bumi kita ini ialah terjadi dari gumpalan-gumpalan kabut yang bergulung-gulung semakin lama semakin padat, sehingga berpijar, dan kemudian mati pijarnya, lalu tumbuhlah kehidupan. Lalu cobalah kita buka Al-Qur’an surat tertulislah disana theorie itu: “Dan ingatlah ketika Aku menciptakan bumi ini dari suatu hamparan yang lalu bergulung-gulung.” Qur’an surat Nuh 14 menulis tentang adanya tingkatan-tingkatan kejadian dari manusia, surat Al An’am 97 memuat theorie Astronomi. Dalam surat-surat yang lain dimuat pula theorie perkawinan tanam-tanaman (botani). Qur’an tidak serupa dengan Perjanjian Lama yang menolak theorie Galileo Galilei, Islam tidak seperti Kristen yang telah begitu banyaknya membunuhi kaum cerdik pandai seperti Galileo Galilei, Johannis Heuss dan sebagainya.

3. Al-Qur’an tidak menentang fitrah manusia. Itulah sebabnya didalam Islam tidak diakuinya hukum Calibat atau pembujangan. Manusia dibuat laki-laki dan perempuan adalah untuk kawin, untuk mengembangkan keturunan. Maka itu ajaran Paulus yang mengatakan bahwa ada “lebih baik” laki-laki itu membujang seperti aku dan perempuan itu tidak kawin, ditentang oleh Islam. Bukankah monogami akhirnya melibatkan dunia Kristen dalam lembah pelacuran? Bukankah orang-orang Italia yang monogami itu akhirnya mempunyai juga istri-istri yang gelap? Dan bukankah Amerika, Swedia dll. akhirnya menjadi bejat akhlaknya sebab mempertahankan monogami? Maka dunia akhirnya menetapkan: Poligami adalah bijaksana. Poligami mencegah manusia daripada zinah dan pelacuran. Tidak heran bila surat An Nisa ayat 3 kemudian membolehkan orang untuk Poligami, yaitu poligami yang terbatas:

4. Qur’an udak bertentangan dengan aqal dan fikiran manusia. Itulah sebabnya Islam sangat menghargai akal dan fikiran yang sehat. Kaidah Islam tidak dapat menerima doktrin “Tiga tetapi satu,” sebab tiga tetapi satu bertentangan dengan ratio. Ummat Islam sama sekali tidak dapat memahami bagaimana Paus, seorang manusia, dapat menjabat Wakil Tuhan(Ficarius Filii Dei). Paus mewakili urusan Allah untuk dunia ini, memberikan amnesti, abolisi dan grasi atas ummat manusia yang berdosa dengan mandaat sepenuhnya dari Allah. Demikian pula, kalau kami yang tidak tahu menahu akan perbuatan Adam harus memikul dosa Adam. Dan akal lebih tidak bisa menerima lagi, kalau Allah yang pengasih penyayang itu akhirnya lalu menghukum mati anaknya sendiri demi menebus dosa Adam dan anak cucu Adam. Maka itulah Islam tidak mengakui dosa keturunan, juga tidak mengakui adanya “Sakramen pengakuan dosa” yang memanjakan manusia dan mengajar manusia untuk tidak bertanggung jawab itu.

5. Islam tidak bertentangan dengan sejarah. Islampun dengan sendirinya tidak mendustai sejarah. Putih hitamnya sejarah Islam, diakuinya dengan jujur. Ia, misalkan mengalami tragedi pahit seperti “Night of St. Bartolomeus” pastilah ia mengakui, dan ummatnya mengetahui. Islam selalu sesuai dengan situasi d.an kondisi, ia bukannya menyesuaikan diri, tetapi diri (dunia maksudnya) yang harus menyesuaikan dengannya.

6. Oleh sebab itulah maka Islam tetap bertahan. Ia selalu maju seirama dengan kemajuannya zaman. Empat belas abad sudah lamanya Islam tetap dalam suatu kesatuan syareat dan hakekat. Seribu empat ratus tahun lamanya hukum-hukumnya, undang-undangnya, shalat dan kiblatnya, puasa dan hajinya tetap berjalan. Ia tidak ambruk setelah ilmu pengetahuan lebih maju, ia juga tidak colaps menghadapi kebangkitan humanisme dan sosialisme. Adapun atau kalaupun dikatakan mundur, sebenarnya ialah ummat artinya orang-orangnya apakah itu person atau kelompok. Mengapakah ummatnya mundur? Sebab ia telah meninggalkan Qur’annya. Ia berbeda dengan ajaran atau hukum gereja Katolik yang selalu berubah-ubah boleh – tidak boleh dan sekarang boleh lagi kawin. Padahal soal kawin adalah soal keputusan Tuhan. Adalah keputusan Tuhan selalu berubah-ubah dan dapat ditentang oleh manusia?

7. Qur’an tak dapat disangkal ]agi, adalah pegangan hidup dan mati, dunia dan akhirat. Qur’an ternyata merupakan landasan idiil dan spirituil, landasan hidup di dunia dan di akhirat. Qur’an, tidak hanya memuat perkara akhirat saja, tetapi juga perkara dunia. Itulah sebabnya bila kita membaca Al-Qur’an kita akan menemui bermacam-macam hukum, apakah itu hukum pidana, perdata, atau hukum antar manusia dan kemasyarakatan. Demikian pula ia memuat hukum dengan lengkapnya hukum perkawinan dan sopan santun perang.

Sumber : Thread reza keren…(Thanks a lot za !)

http://www.forumbebas.com/thread-63083.html

QURAN MENJELASKAN BESI

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

QS 11:1 Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.
QS 11:14. Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?

Pernyataan pada ayat di atas sangatlah menarik. Disampaikan bahwa ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan terperinci yang disusun dari Allah yang maha bijaksana dan maha tahu. Seterperinci apakah?, sedalam apakah?. Kita manusia dengan segala peradabannya, belum tentu mampu menyingkap semua keterperinciannya, bahkan mungkin sampai hari penghacuran tiba. Yang menarik Surat Besi pada Al Qur’an ini memiliki kesesuaian antara kenyataan tentang besi dan susunan ayat, penempatan, dan lain-lainnya pada surat besi. Ayat yang tersaji seolah memerincikan tentang Besi. “Miracle” ini kemudian dipahami setelah ilmu pengetahuan memahami tentang unsur Besi ini. Kadang, terpikir oleh saya, apakah para ilmuwan Islam (jika memang punya kemampuan dan semangat meneliti) memiliki juga kemampuan untuk memahami ayat lebih dari sekedar menghubung-hubungkan, tapi memang menemukan sesuatu yang baru dan kemudian menerapkannya ?.

Berikut ini saya kutipkan tulisan buku karya Arifin Muftie MATEMATIKA ALAM SEMESTA Bab 9 yang bukunya diterbitkan oleh PT Kiblat Buku Utama Bandung, 2004. Perihal unsur logam besi ini juga, kalau saya tak salah merupakan kutipan (tapi saya lupa sumbernya aslinya). Berikut ini, bagian yang penting mengulas tentang unsur ini :
Surat Besi (Hadid) turun di antara masa-masa Perang Uhud, pada awal terbentuknya Negara Islam di Medinah. Oleh karena itu, bisa dipahami jika cukup banyak ayat yang memerintahkan pembaca untuk menafkahkan harta bagi kepentingan umum. Nama surat terambil dari kalimat wa anzalnal-hadida, ayat 25. Ayat seperti ini, menurut pandangan Malik Ben Nabi, laksana “kilauan anak panah” yang menarik perhatian bagi kaum ber¬akal; yang diselipkan di antara pelajaran-pelajaran yang menyangkut ketuhanan.

Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan/turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia (supaya mereka mempergunakan besi itu), dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Maha Perkasa.” (al-Hadid 57: 25).

Karakter pertama yang menarik perhatian adalah banyak penafsir menghindari terjemahan wa ansalnal-hadida dengan “Kami ciptakan besi”, padahal secara intrinksik seharusnya. “Kami turunkan besi”, sebagaimana terjemahan “Kami turun¬kan bersama mereka al-Kitab dan mizan (keadilan, keseimbangan, keselarasan, kesepadanan)”. Mengapa demikian? Karena dalam bayangan mufasir klasik, bagaimana caranya besi diturunkan dari langit? Apakah dijatuhkan begitu saja?

Namun seiring dengan perkembangan waktu, pengetahuan manusia bertambah. Ilmuwan seperti Profesor Armstrong dari NASA atau Mohamed Asadi berpandangan bahwa “memang besi diturunkan dari langit”.

Sains memberikan informasi kepada kita bahwa besi termasuk logam berat tidak dapat dihasilkan oleh bumi sendiri.

Elemen Berat Besi, Fe-57

Karakter ketiga berhubungan dengan elemen kimia dalam tabel periodik. Kita tidak mungkin menafsirkan Surat Besi tanpa “membedah” elemen kimia besi berikut karakterisistiknya, yang berhubungan dengan kata al- hadid. Tanpa mengenal sifat¬sifat besi, pembaca tidak akan mengetahui “keindahan” Surat Besi ini, yang diletakkan pada nomor 57.

Nilai kata atau al-jumal al-hadid adalah 57. Terdiri dari a! (31) dan hadid (26). Tabel al-jumal bisa dilihat pada Tabe15.4.

Alif = 1, Lam = 30, Ha’ = 8, Dal= 4, Ya’ = 10, Dal = 41 + 30 + 8 + 4 + 10 + 4 = 31 + 26 = 57.

Fakta Pertama

Fakta menunjukkan bahwa besi atau al-hadid mempunyai nilai (al-juntal) 57, sama dengan nomor suratnya, atau (19 x 3). Kelipatan 19 dengan koefisien angka 3.

Besi, menurut Peter Van Krogt ahli elementimologi, telah lama digunakan sejak zaman prasejarah, 7 generasi sejak Adam as. Besi adalah salah satu elemen berat, dengan simbol Fe, atau ferrum, yang berarti “elemen suci” dari kata Iren (Anglo-Saxon). Diberi nama ferrum, ketika pemerintahan Romawi, kaisar Roma yang bernama Marcus Aurelius dan Commodus menghubung¬kan dengan mitos Planet Mars. Ilmu kimia modern mengatakan bahwa besi atau Fe ini mempunyai 8 isotop, di mana hanya 4 isotop saja yang stabil, yaitu dengan simbol Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 (lihat Tabel 9.1).

ISOTOP BESI

Isotop Waktu Paruh Isotop Waktu Paruh
Fe-.52 8.3 jam FP-57 Stabil
Fe-54 Stabil Fe-58 Stabil
Fe-55 2.7 tahun Fe-59 54.5 hari
Fe-56 Stabil Fe-60 1.500.000 tahun

Besi mempunyai nomor atom 26, posisinya terletak di tengah-tengah tabel periodik. Sedangkan Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil mempunyai 31 neutron. Ini berbeda dengan isotop stabil lainnya, misalnya Fe-56 mempunyai 30 neutron dan Fe-58 mempunyai 32 neutron. Fe-57 juga diketahui mempunyai “ionisasi energi” tingkat ke-3, sebesar 2957 jk/mol (dibulatkan), energi yang keluar untuk mengubah status Fe+2 ke Fe+3. Besi sendiri mempunyai 4 tingkatan energi–itulah mengapa hanya 4 isotop saja yang stabil. Terakhir yang tidak kalah penting, Fe-57 jdga diketahui mempunyai massa atom sebesar 56,9354.

Fakta Kedua

Begitu kita mengenal karakterisitik besi, kita mendapat gambaran banyak hal, misalnya:
• Salah satu isotop besi yang stabil, Fe-57, mempunyai nomor simbol sama dengan nomor Surat al-Hadid, dan al-jumal dari al-hadid adalah 57 juga.
• Besi mempunyai nomor atom 26, ditunjukkan oleh al-jumal kafa hadid.
• Fe-57 mempunyi elektron 31 buah, ditunjukkan oleh al¬jumal dari kata “al”.
• Koefisien 3, dari (19 x 3), ditunjukkan dengan ionisasi tingkat energi ke-3 yang dilepas sebesar 2957 jk/mol. Surat al Hadid mempunyai ayat berjumlah 29 buah atau kodetifikasi 2957.
• Peneliti al-Qur’an dari kelompok Fakir 60 di Amerika Serikat menjelaskan bahwa banyaknya kata dalam surat ini seluruhnya adalah 574 kata, sedangkan banyaknya kata dari awal surat sampai dengan ayat ke-25 (kata pertama) adalah 451. Bilangan 574 menunjukkan “Fe-57 adalah salah satu isotop yang stabil dari 4 isotop yang ada” atau berarti juga “yang mempunyai 4 tingkatan energi”.
• Bilangan 451, banyaknya kata, adalah jumlah bilangan nomor simbol kedelapan isotop besi: Fe-52, Fe-54, Fe-55, Fe¬56, Fe-57, Fe-58, Fe-58, sampai Fe-60; yaitu 52 + 54 + 55 + 56 + 57+ 58 + 59 + 60 = 451.
• Enkripsi pada keempat isotop stabil, Fe-54, Fe-56, Fe-57, dan Fe-58 merupakan kelipatan 19 atau: 54565758 = 19 x 2871882
• Demikian juga massa atom Fe-57, 56.9354 adalah: 569354 = 19 x 29966
• Bukan suatu kebetulan, jika nomor surat dan nomor ayat besi (QS 57: 25) ditunjukkan dengan angka 19.

5+7+2+5=19.

• Bukan pula suatu kebetulan jika Surat Besi diletakkan di tengah-tengah al-Qur’an, sebagaimana elemen besi nomor 26 terletak di tengah-tengah tabel periodik.
• Dari sisi matematika, angka 57 clan 29 tergolong ajaib ka¬rena angka-angka tersebut merupakan:
• 57×29= 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + 6 +…+ 57 atau (19 x 87)
Kata “besi” dalam al-Qur’an disebut 9 kali dalam 6 ayat yang berbeda. Surat Besi ini menunjukkan keistimewaannya dengan berbagai cara, di antaranya adalah besi diturunkan secara intrinksik dari langit melalui meteorit pada awal terbentuknya bumi, miliaran tahun yang lalu. Besi diketahui mempunyai kekuatan yang dahsyat: inti besi dan nikel membentuk perisai medan magnet bumi dengan energi yang luar biasa untuk menahan solar flares dan badai magnetik angkasa. Sedangkan nomor surat 57 sama dengan al-jumal dari al-hadid (57). Surat ini juga memperlihatkan karakter Fe-57, salah satu isotop besi yang stabil. Selain itu, ditunjukkan dengan kodetifikasi nomor atom (26) dan jumlah elektron (31) yang mengelilingi inti atom besi. Kodetifikasi surat dan ayat juga ditunjuk¬kan dengan jumlah digit nomor surat dan ayat besi (al-Hadid 57: 25), yaitu bilangan 19.
Subhanallah, alangkah rapinya, Allah menyusun penjelasan melalui wahyuNya. Tidak ada manusia yang menyusun suatu uraian pada suatu objek dengan rangkaian yang menjelaskan setiap huruf dan posisinya justru pada objek itu sendiri. Memang benarlah, tantangan Allah kepada musia dan jin, tak akan mampu membuat satu surat pun, meskipun saling tolong menolong. Penyusunannya menggunakan ilmu Allah yang tak terpesepsikan luasnya oleh ciptaanNya.

GUA HIRA


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Sebuah gua kecil di Jabal Nur, terletak 5 km di utara Mekkah. Tinggi puncak Jabal Nur kira-kira 200 meter, disekelilingnya terdapat sejumlah gunung, batu bukit dan jurang. Letak gua hira ada dibelakang 2 batu raksasa yang sangat dalam dan sempit luasnya hanya cukup untuk tidur tiga orang dan tingginya ± 2 meter, di bagian ujung kanan ada lubang yang dapat dipergunakan untuk memandang kawasan bukit dan gunung arah Mekkah. Di gua inilah Rasulullah bertahannus (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. Dan ditempat ini pula wahyu pertama turun yaitu Surat Al Alaq ayat 1-5 yang artinya :
“Bacalah dengan (menyebut) Tuhanmu Yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Foto: GUA HIRA
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Sebuah gua kecil di Jabal Nur, terletak 5 km di utara Mekkah. Tinggi puncak Jabal Nur kira-kira 200 meter, disekelilingnya terdapat sejumlah gunung, batu bukit dan jurang. Letak gua hira ada dibelakang 2 batu raksasa yang sangat dalam dan sempit luasnya hanya cukup untuk tidur tiga orang dan tingginya ± 2 meter, di bagian ujung kanan ada lubang yang dapat dipergunakan untuk memandang kawasan bukit dan gunung arah Mekkah. Di gua inilah Rasulullah bertahannus (mendekatkan diri) kepada Allah SWT. Dan ditempat ini pula wahyu pertama turun yaitu Surat Al Alaq ayat 1-5 yang artinya : 
“Bacalah dengan (menyebut) Tuhanmu Yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

 Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

PENCURIAN MAKAM RASULULLAH

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

  Allah menyelamatkan Nabi Muhammad saw daripada rencana jahat untuk mencuri jenazah Baginda. Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat Islam ini terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi Al-Madinah Al Munawarah.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahawa pastinya sebahagian besar orang yang berziarah ke Masjid Nabawi pasti tidak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Peristiwa ini berlatarbelakangkan zaman pemerintahan kerajaan Abbasiyah di Baghdad di mana keadaan umat Islam yang semakin lemah dan berdirinya beberapa buah kerajaan Islam di beberapa daerah. Lantaran keadaan itu, dalam diam-diam pemerintah Eropah Kristian telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad saw.

Setelah terjadinya kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang Nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Ia dilaksanakan bertepatan dengan musim haji di mana pada musim itu ramai jemaah haji yang datang dari pelbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang Nasrani ini menyamar sebagai jemaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maghribi. Keduanya ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW. Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamar menuju ke makam Rasulullah saw. Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah swt melalui seorang hamba-Nya yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu.


Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, bapa saudara kepada Sultan Salahuddin Al-Ayubi yang membuka kota Baitulmaqdis , adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam pada waktu itu yang mendapat petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah. Sultan tersebut telah bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw sambil menunjuk dua orang lelaki berambut perang dan berjambang:

“ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku daripada maksud jahat kedua orang ini. ”
Sultan Mahmud terbangun dalam keadaan gelisah lalu baginda melaksanakan solat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah saw hingga tiga kali dalam satu malam. Lantas baginda memanggil Perdana Menteri, lalu Perdana Menteri menyuruh Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki supaya bersedia untuk bertolak pada malam itu juga dan merahsiakan perjalanan itu.

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari Damsyik ke Madinah yang memakan masa 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan solat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi saw. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi saw. Pada ketika itu tiada seorang pun tahu akan kedatangan Sultan ke Madinah.

Dalam masa tersebut , baginda tidak tahu untuk berbuat apa lalu Gabenor Madinah dipanggil menghadap oleh Perdana Menteri . Gabenor Madinah disuruh untuk mengumpulkan seluruh penduduk Madinah bagi memudahkan baginda Sultan mengecam muka kedua-dua lelaki tersebut. Lalu Menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu:

“ Apakah baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “

“ Iya ” , jawab Sultan Mahmud.

Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaluddin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membahagikan hadiah berupa bahan makanan sambil baginda Sultan mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun Sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu di antara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah(1) makanan. Lalu Menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi.

“ Apakah di antara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah daripada Sultan? ”

” Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah daripada Sultan, kecuali dua orang dari Maghribi tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang soleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.

Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Dan alangkah terkejutnya Sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah orang yang baginda lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jemaah dari Andalusia, Sepanyol. Meskipun Sultan sudah mendesak bertanyakan tentang kegiatan mereka di Madinah, mereka tetap tidak mahu mengaku sehingga Sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam penjagaan yang ketat.

Sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang ditemuinya adalah longgokan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu Sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, Sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.

Masya Allah,,,

Subhanallah,,,

Ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad. Seketika itu juga, Sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut perang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropah untuk mencuri jasad Nabi SAW.

Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi saw dan mayat mereka berdua dibakar .

Sesungguhnya hukum mati dengan membakar pesalah adalah haram di sisi syara’ ,tetapi disini Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki telah mengambil kaedah siasah syariah ke atas orang yang melakukan mungkar keterlaluan. Sebenarnya tindakan yang serupa yang diambil, telah berlaku pada zaman Saidina Ali k.w.j di mana terdapat golongan Saba’iyah yang mengikut ajaran Abdullah bin Saba’ yang menganggap Saidina Ali sebagai jelmaan Allah s.w.t. Lalu Saidina Ali memerintahkan ketua keselamatannya, Qambar supaya membakar golongan ini, bila dihukum bunuh mereka mengejek hukuman mati, lantas memerintah dengan syairnya yang terkenal:

” Sesungguhnya aku telah melihat satu perkara yang sangat mungkar, lalu aku memerintah Qambar menyalakan api dan membakar mereka yang berani mengatakan Allah swt menjelma dalam diri Saidina Ali. ”

Usaha keempat:
Sejumlah orang-orang Nasrani mencuri dan merampok kafilah jam’ah haji. Kemudian mereka bertekad untuk menggali kubur Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam . Mereka berbicara dan terang-terangan dengan niat mereka, kemudian mereka menyeberangi laut menuju Madinah. Kemudian Allah I menolak serangan mereka dengan kapal yang telah disiapkan dari Mesir al-Iskandariyah yang mengikuti mereka, kemudian menangkap mereka semuanya, kemudian menawan dan membagi-bagi mereka di negeri kaum muslimin.


Subhanallah....!!!!
wassalamu'alaikum warrahmaullahi wabarakatuh
Foto: Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

PENCURIAN MAKAM RASULULLAH

Allah menyelamatkan Nabi Muhammad saw daripada rencana jahat untuk mencuri jenazah Baginda. Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar wajah umat Islam ini terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H, sebagaimana telah dicatat oleh sejarawan Ali Hafidz dalam kitab Fusul min Tarikhi Al-Madinah Al Munawarah.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahawa pastinya sebahagian besar orang yang berziarah ke Masjid Nabawi pasti tidak pernah lupa untuk menghampiri makam Rasulullah yang diapit oleh makam Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar. Peristiwa ini berlatarbelakangkan zaman pemerintahan kerajaan Abbasiyah di Baghdad di mana keadaan umat Islam yang semakin lemah dan berdirinya beberapa buah kerajaan Islam di beberapa daerah. Lantaran keadaan itu, dalam diam-diam pemerintah Eropah Kristian telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad saw.

Setelah terjadinya kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang Nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Ia dilaksanakan bertepatan dengan musim haji di mana pada musim itu ramai jemaah haji yang datang dari pelbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang Nasrani ini menyamar sebagai jemaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maghribi. Keduanya ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi SAW. Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah. Mereka membuat lubang dari dalam kamar menuju ke makam Rasulullah saw. Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah swt melalui seorang hamba-Nya yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu.


Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, bapa saudara kepada Sultan Salahuddin Al-Ayubi yang membuka kota Baitulmaqdis , adalah seorang hamba sekaligus penguasa Islam pada waktu itu yang mendapat petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah. Sultan tersebut telah bermimpi bertemu dengan Rasulullah saw sambil menunjuk dua orang lelaki berambut perang dan berjambang:

“ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku daripada maksud jahat kedua orang ini. ”
Sultan Mahmud terbangun dalam keadaan gelisah lalu baginda melaksanakan solat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah saw hingga tiga kali dalam satu malam. Lantas baginda memanggil Perdana Menteri, lalu Perdana Menteri menyuruh Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki supaya bersedia untuk bertolak pada malam itu juga dan merahsiakan perjalanan itu.

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari Damsyik ke Madinah yang memakan masa 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan solat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi saw. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi saw. Pada ketika itu tiada seorang pun tahu akan kedatangan Sultan ke Madinah.

Dalam masa tersebut , baginda tidak tahu untuk berbuat apa lalu Gabenor Madinah dipanggil menghadap oleh Perdana Menteri . Gabenor Madinah disuruh untuk mengumpulkan seluruh penduduk Madinah bagi memudahkan baginda Sultan mengecam muka kedua-dua lelaki tersebut. Lalu Menteri Jamaluddin menanyakan sesuatu:

“ Apakah baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “

“ Iya ” , jawab Sultan Mahmud.

Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaluddin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah dan membahagikan hadiah berupa bahan makanan sambil baginda Sultan mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun Sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu di antara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah(1) makanan. Lalu Menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi.

“ Apakah di antara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah daripada Sultan? ”

” Tidak ada, seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah daripada Sultan, kecuali dua orang dari Maghribi tersebut yang belum mengambil jatah sedikitpun. Keduanya orang soleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi.” Ujar seorang penduduk.

Kemudian Sultan memerintahkan agar kedua orang itu dipanggil. Dan alangkah terkejutnya Sultan, melihat bahwa kedua orang itu adalah orang yang baginda lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jemaah dari Andalusia, Sepanyol. Meskipun Sultan sudah mendesak bertanyakan tentang kegiatan mereka di Madinah, mereka tetap tidak mahu mengaku sehingga Sultan meninggalkan kedua lelaki itu dalam penjagaan yang ketat.

Sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang ditemuinya adalah longgokan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf al-Qur’an. Lalu Sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham, Sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut.

Masya Allah,,,

Subhanallah,,,

Ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad. Seketika itu juga, Sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut perang tersebut dan memukulnya dengan keras. Setelah bukti ditemukan, mereka mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropah untuk mencuri jasad Nabi SAW.

Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi saw dan mayat mereka berdua dibakar .

Sesungguhnya hukum mati dengan membakar pesalah adalah haram di sisi syara’ ,tetapi disini Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki telah mengambil kaedah siasah syariah ke atas orang yang melakukan mungkar keterlaluan. Sebenarnya tindakan yang serupa yang diambil, telah berlaku pada zaman Saidina Ali k.w.j di mana terdapat golongan Saba’iyah yang mengikut ajaran Abdullah bin Saba’ yang menganggap Saidina Ali sebagai jelmaan Allah s.w.t. Lalu Saidina Ali memerintahkan ketua keselamatannya, Qambar supaya membakar golongan ini, bila dihukum bunuh mereka mengejek hukuman mati, lantas memerintah dengan syairnya yang terkenal:

” Sesungguhnya aku telah melihat satu perkara yang sangat mungkar, lalu aku memerintah Qambar menyalakan api dan membakar mereka yang berani mengatakan Allah swt menjelma dalam diri Saidina Ali. ”

Usaha keempat:
Sejumlah orang-orang Nasrani mencuri dan merampok kafilah jam’ah haji. Kemudian mereka bertekad untuk menggali kubur Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam . Mereka berbicara dan terang-terangan dengan niat mereka, kemudian mereka menyeberangi laut menuju Madinah. Kemudian Allah I menolak serangan mereka dengan kapal yang telah disiapkan dari Mesir al-Iskandariyah yang mengikuti mereka, kemudian menangkap mereka semuanya, kemudian menawan dan membagi-bagi mereka di negeri kaum muslimin.


Subhanallah....!!!!
wassalamu'alaikum warrahmaullahi wabarakatuh

 
Diberdayakan oleh Blogger.